Monday, 17 February 2020

Ini Sanksi Bagi Sekolah Jika Tidak Melaporkan Penggunaan Dana BOS

PilarPendidikan.com - Kemdikbud kembali memperketat tentang penyaluran dana BOS, bagi sekolah yang tidak pernah melaporkan penggunaan dana BOS secara online, kali ini harus lebih tanggap lagi tentang pelaporan penggunaan dana BOS secara Online.

Berdasarkan Permen No. 8 Tahun 2020 pencairan Dana BOS dilakukan 3 kali. Tahap pertama sebesar 30 Persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ke tiga 30 persen dan penetapan Surat Keputusan (SK) bagi sekolah penerima BOS dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud, selanjutnya verifikasi akan dilakukan di tinggkat provinsi dan daerah (kabupaten/kota).

Sekolah diwajibkan memvalidasi data pada aplikasi dapodik sekolah sebelum tanggal waktu di tentukan, adapun batas akhir pengambilan data oleh kemendikbud dilakukan 1 kali per 1 tahun yaitu per tanggal 31 Agustus tahun berjalan, yang ditahun sebelumnya dilakukan 2 kali.

Baca Juga:

5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru


Cara Pengajuan NUPTK Terbaru Agar Cepat Diterima


Dana BOS 50 Persen Hanya Untuk Guru Honorer Yang Memiliki NUPTK dan Non Sertifikasi


Paparan Perubahan Juknis BOS Tahun 2020


Tidak Terima Tunjangan dan Dana BOS Jika Hal Ini Terjadi


Jadi jika kepsek atau sekolah tersebut belum melaporkan penggunaan dana BOS Tahap 1 dan 2 per tanggal 31 Agustus maka tahap 3 tidak akan di cairkan.

Sanksi ini diberikan karna berdasarkan pada tahun sebelumnya sekolah yang tidak melaporkan penggunaan dana BOS sebanyak 53 persen dan sangat mempengaruhi kinarja Kemdikbud. Dengan dilakukannya pelaporan secara online Kemendikbud bisa memantau secara langsung penggunaan dana BOS masing-masing sekolah.

Demikian informasi ini semoga bisa memberikan manfaat dan membagikan kepada teman-teman sejawat. Salam pendidikan