Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, 2 March 2020

Virus Corona Masuk Indonesia, Ini Yang Harus Dilakukan Agar Tak Tertular


Virus corona sudah masuk Indonesia. Dua orang warga negara Indonesia terpapar virus corona dan sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.
"Orang Jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Jakarta.

Masyarakat harus lebih waspada agar tak tertular virus ini. Berikut tips agar terhindar dari virus corona:

Gunakan Sarung Tangan
Menurut Foreign Policy, masyarakat perlu menggunakan sarung tangan saat bepergian. Sarung tangan seperti sarung tangan untuk cuaca dingin atau sarung tangan khusus untuk luar ruangan. Tetap kenakan meski berada di dalam kereta, bus, atau tempat umum lainnya.

Jangan Sentuh Mata atau Wajah
Jika Anda berada dalam situasi yang mengharuskan melepas sarung tangan, misal saat akan berjabat tangan atau makan, jangan sentuh mata atau wajah Anda, betapa pun gatalnya. Tetap jaga agar tangan Anda tidak menyentuh wajah Anda. Sebelum mengenakan kembali sarung tangan Anda, cucilah dulu tangan Anda dengan sabun atau air hangat, cuci bersih sampai ke sela-sela jari lalu kenakan kembali sarung tangan Anda.
Ganti sarung tangan setiap hari, cuci bersih, hindari memakai sarung tangan basah.

Penggunaan Masker
Memakai masker di luar ruangan tidak ada gunanya dan tidak terlalu menolong juga di dalam ruangan. Kebanyakan masker sudah tidak berguna lagi jika sudah dipakai satu atau dua kali. Memakai masker yang sama setiap hari lebih buruk ketimbang tidak berguna--itu menjijikkan karena mulut dan hidup Anda terbekap di dalam masker dan bau yang ditimbulkan bisa mengundang bakteri.

Hindari Kerumunan
Jika terjadi wabah, sebisa mungkin hindari kerumunan dan jaga jarak dengan orang lain sekitar 1,5 meter. Jika orang itu bersin atau batuk, minta mereka pakai masker untuk melindungi Anda. Jika mereka menolak, maka jauhilah atau pergi saja. Jangan berjabat tangan atau memeluk orang lain, tolaklah dengan sopan demi kebaikan Anda berdua di saat terjadi wabah.

Ganti Handuk
Di dalam rumah, ganti semua handuk Anda di kamar mandi atau dapur segera. Ganti dengan handuk bersih yang sudah diberi nama masing-masing keluarga. Perintahkan anggota keluarga hanya memakai handuk mereka saja, jangan sentuh handuk orang lain. Cuci handuk dua kali sepekan. handuk yang basah bisa menjadi sarang virus.

Virus Bisa Saja di Gagang Pintu
Hati-hati dengan gagang pintu. Jika memungkinkan untuk membuka atau menutup pintu dengan siku atau bahu Anda maka lakukan saja. Pakai sarung tangan untuk memutar gagang pintu atau cuci tangan setelah menyentuh gagang pintu. Jika ada orang sakit di rumah Anda, cuci gagang pintu secara berkala. Hati-hati juga dengan pegangan tangga, ponsel, mainan, papan ketik, komputer jinjing dan objek-objek yang harus dipegang atau disentuh. Jika Anda sampai harus memegang itu semua maka jangan sentuh wajah setelahnya dan cuci tangan segera setelah menyentuh objek-objek itu.

Tidak Berbagi Sendok Hingga Gelas dengan Orang Lain
Jika Anda harus berbagi makanan, jangan pakai sumpit, sendok, garpu Anda sendiri untuk mengambil makanan dari mangkuk atau piring bersama. Beri tahu anak Anda untuk jangan minum dari gelas orang lain atau wadah yang berbagi dengan orang lain. Gunakan sumpit, sendok atau garpu Anda sendiri untuk mengambil makanan dari piring atau mangkuk sendiri.

Buka Jendela untuk Sirkulasi Udara
Jika cuaca mendukung, bukalah jendela rumah atau tempat kerja Anda, biarkan udara bersirkulasi. Virus tidak bisa bertahan di ruangan yang sirkulasi udaranya lancar. Tapi jika cuaca dingin atau buruk, tutuplah jendela dan jaga agar ruangan tetap hangat.

Anjurkan Cuci Tangan Pada Anak
Meski virus corona tak terlalu banyak menyerang anak-anak, ada baiknya diberikan vaksinasi dan biasakan cuci tangan. Anak-anak juga dianjurkan agar menjauh dari orang-orang yang batuk atau bersin dan terkena flu.
Para ahli merekomendasikan agar diberikan vaksin flu pada anak. Memvaksinasi anak-anak adalah perlindungan terbaik.

Bersihkan Rumah dan Peralatan Elektronik
Sediakan obat-obatan, karena masker tak ada gunanya. Para ahli menyarankan agar menyediakan obat untuk pencegahan. Kemudian alkohol, karena alkohol adalah desinfektan yang baik untuk virus corona. Kemudian pastikan lantai rumah Anda bersih.
CDC juga merekomendasikan untuk membersihkan sejumlah barang elektronik, seperti ponsel dan tablet.
;Virus Corona Masuk Indonesia, Ini yang Harus Dilakukan Masyarakat Agar Tak Tertular
Read More

Kontak Langsung Dengan 2 Pasien Positif Corona, 50 Lebih Warga Depok Diduga Terpapar Virus Corona, Mayoritas Perawat

PilarPendidikan.com - Seperti dilansir dari laman palembang.tribunnews.com menjelaskan,
Dalam konferensi persnya, Idris mengatakan warganya yang positif virus corona tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

Diduga, ada lebih dari 50 orang yang juga terindikasi corona di Rumah Sakit tersebut lantaran berinteraksi dengan korban.

"Yang positif corona ada dua orang, yang terindikasi diatas 50 orang. Yang diatas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020).
Idris berujar, dari 50 orang lebih tersebut diantaranya merupakan perawat yang ada di rumah sakit.
Saat ini, perawat tersebut pun sudah diistirahatkan dari pekerjaannya sementara.

Terakhir, Idris mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi mencari data dan kediamaan 50 orang lebih yang terindikasi virus corona.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus corona.

Diketahui, dua WNI yang positif corona tersebut merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun tak menampik bahwa dua warga positif terjangkit virus mematikan itu.

Ada dua yang positif orang tua dan anak, sementara dua orang ya," kata Idris dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020).
Idris mengatakan, warganya yang positif terkena virus coronatersebut tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

"Saya belum cek langsung," kata Idris.
Terakhir, Idris mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menanggulangi kasus mematikan ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, dua WNI yang positif virus corona sempat berinteraksi dengan warga negara asal Jepang.
Pada tanggal 14 Februari yang bertepatan dengan Hari Valentine WNI yang berprofesi sebagai guru dansa itu bertemu dengan temannya.

"Jadi dia guru dansa. Sempat berdansa dengan teman dekatnya yang WN Jepang ini tanggal 14 Februari," kata Terawan di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Senin (2/3/2020).
Setelah berdansa dengan warga Jepang tepatnya pada 14 Februari WNI ini kemudian batuk dan rawat jalan di rumah sakit.

"Tanggal 16 dia batuk, merasa ngga enak lalu rawat jalan ke rumah sakit. Setelah pulang masih merasa ngga nyaman. Kalau ngga salah tanggal 26 Februari dirawat karena batuk ngga hilang-hilang, ada sesak dan demam sedikit," kata Terawan.

Menurutnya, tanggal 28 Februari, WN Jepang itu menelepon teman dansanya dan memberitahu dirawat di Malaysia karena positif virus corona.

Dari informasi yang didapat Tribun, wanita berusia 31 tahun itu menghadiri acara multinasional di klub dansa kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta menjelaskan, pihkanya sudah melakukan penangan kepada dua orang Indonesia yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.

Keduanya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Tak hanya itu, rumah korban yang berada di depok pun ikut dilakukan isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona.
“Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Depok,” katanya.

Kondisi terkini pasien
Terawan menjelaskan kondisi pasien positif corona dalam keadaan baik-baik saja.
Ia juga mengatakan keduanya bisa makan dan berkomunikasi secara baik, bahkan bermain ponsel.
"Jadi saya udah nengok, ngecek, semuanya, pasien dalam kondisi baik."
"Ndak ada demam, ndak ada sesak, ndak ada apa-apa."
"Makan, komunikasi juga baik, HP-HPnan (mainan HP) sendiri juga bisa," jelas Terawan pada awak media di RSIP Sulianti Suroso, Senin.
Terawan pun menegaskan kedua pasien dalam kondisi sehat.
"Menurut saya, sehat lah dia," katanya.
Saat ini, mereka tengah berada di ruang isolasi, dimana tempat tersebut terpisah dari gedung-gedung rumah sakit lainnya.

"Dia ada di ruang isolasi, terpisah sendiri gedungnya," ucap Terawan.
Lebih lanjut, Terawan membeberkan kronologi lengkap kedua pasien tersebut terinfeksi Covid-19.
Pasien positif corina, yang Terawan katakan sebagai guru dansa, melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang saat mereka melakukan dansa pada 14 Februari 2020 lalu.
Dua hari setelahnya, yakni 16 Februari, mereka merasakan batuk-batuk dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Baru pada 26 Februari keduanya meminta untuk dirawat karena batuknya tak kunjung hilang.
Selain batuk, mereka juga mengalami demam dan sesak napas.
Berikut ini kronologi lengkap dua orang Indonesia terjangkit corona berdasarkan penjelasan Terawan

Agus Putranto:
14 Februari 2020: Berdansa dengan warga negara Jepang
16 Februari 2020: Batuk-batuk dan rawat jalan ke rumah sakit.
26 Februari 2020: Mengajukan diri dirawat di rumah sakit karena batuk tak kunjung hilang, serta mengalami sesak napas dan demam.
28 Februari 2020: Dihubungi pihak kesehatan Malaysia, mengatakan warga negara Jepang yang melakukan kontak dengannya dinyatakan positif corona.
29 Februari 2020: Dirujuk untuk pindah ke RSIP Sulianti Suroso.
1 Maret 2020: Dilakukan pengecekan.
2 Maret 2020: Hasil tes keluar dan dinyatakan positif.
Terawan menuturkan, kedua pasien tersebut masih akan menjalani pengecekan ulang untuk mengetahui kondisi ke depannya.
"Ini kondisi virusnya positif ternyata, ya nanti dievaluasi ulang."
"Kalau udah 14 hari dicek, kalau udah negatif ya kita kembalikan lagi. Sekarang diisolasi," terang Terawan, Senin, dilansir Tribunnews.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang di Indonesia positif corona pada Senin.

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com. 
Read More